Rabu, 10 Maret 2010

" CERPEN TAKDIR CINTA ; tugas 3 "

Kagome Maori seorang gadis remaja berusia 17 tahun. Saat ini dia duduk di bangku kelas 3 SMA. Ia seorang gasis yang cantik, imut, pintar, dan sedikit pemalu. Kehidupannya dijalaninya dengan riang gembira bersama keluarga dan sahabat-sahabat terbaiknya.

Namun, ada satu hal yang hampir tidak pernah di bagi dan diketahui oleh teman-temannya, yaitu mengenai urusan percintaan. Sejak dahulu hingga menginjak usia belasan ini, tidak satupun teman lelaki yang bisa berhasil menyentuh dan merebut hatinya. Berbeda dengan beberapa sahabatnya yang sudah 3 atau 4 kali mengecap suka dan duka hubungan percintaan.

Memang, saat ini, Kagome belum diberikan SIP (Surai Izin Pacaran) dari Orangtuanya, karena ia masih harus melaksanakan kewajiban utamanya, yaitu belajar. Akan tetapi, jikapun memang Kagome ketahuan pacaran, sebenarnya orangtuanya tidak terlalu mempermasalahakan, yang jelas ia harus bertanggung jawab dengan kewajiban utamanya dan nilai-nilai pelajarannya harus selalu meningkat. Maklumlah, dari dulu Kagome selalu mendapat juara kelas.

Bukan tidak ada seorang lelakipun yang menyukai Kagome, justru banyak sekali yang menaruh hati padanya. Misalnya, teman-teman satu kelasnya Sinichi,Kenshi, sasuke, Sin,Syaokang dan masih banyak lagi dari kelas lain. Hingga saat ini, tidak ada seorangpun yang tahu siapakah sebenarnya yang ada dalam hatinya dan bisa membuat hati Kagome luluh.
Tibalah waktunya hari kelulusan bagi semua siswa. Tidak terasa, perjalanan Kagome dan sahabat-sahabatya harus terpisahkan sampai di situ. Mereka harus melanjutkan perjalanan hidupnya masing-masing karena mereka semua diterima di universitas yang berbeda-beda, di daerah yang sangat berjauhan.

Kagome diterima di Universitas Green Light star, jurusan psikologi. Sebenarnya, dia sedikit kecewa karena tidak lulus di universitas kedoketran . Sejak kecil ia bercita-cita menjadi seorang dokter spesialis anak, apalagi didukung dengan jiwanya yang sangat menyukai anak-anak kecil. Namun demikian, Kagome tetap bersemanga t menjalani hari-hari baru di kampus baru dengan teman-teman yang baru.

Hari pertama kuliah, Kagomepun mendapat beberapa kesialan Jarak kostan dengan kampusnya cukup jauh, harus naik dan rebutan bus yang selalu ramai dan sesak . Karena terlambat bangun, kagomepun harus antri menunggu bus ke kampus hingga bus yang terakhir sekali pagi itu. Belum lagi baju kuliahnya belum disetrika, sepatunyapun sebelah menghilang di bawa anjing ibu kostan entah kemana. Sialnya lagi, dia harus rebutan tempat duduk di bus dengan seorang cowok anak kuliahan juga,. Keduanya tidak ada yang mau mengalah, hingga mereka berdua tidak satupun yang diperbolehkan menduduki bangku kosong itu, dan keduanya disuruh turun supaya adil. Dengan terpaksa Kagome mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk naik taxi. Ternyata kagome dan anak cowok tadipun rebutan taxi yang sama juga. Daripada keduanya terlambat, mereka terpaksa naik taxi yang sama dan bayar setengah-setengah. Sampainya di di depan kampus Kagome langsung berlari saking takutnya terlambat, tiba-tiba ia tersandung batu. Untung saja anak cowok yang ternyata juga kuliah di kampus yang sama dengannya menolong Kagome dan membantu mengobati luka di lututnya. Saat itu, ia benar-benar malu dan tidak dapat berkata-kata lagi. Apalagi, ternyata anak cowok itu adalah seniornya.

Tidak terasa sudah hampir satu semester dijalani Kagome di kampus psikologi tercintanya dengan sahabat-sahabat baru yang tidak kalah mengasyikkan dengan sahabat-sahabat SMA .Ia juga mengikuti banyak kegiatan-keguiatan lain di kampus, seperti ekskul tari, ikut serta dalam penulisan cerpen, kegiatan kerohanian se universitas, dan lainnya. Senior yang menolongnya tadipun menjadi salah satu teman baiknya, yang selalu membantunya dalam perkuliahan bila ia tidak mengerti materi yang dijelaskan para dosen dan selalu membantunya belajar. Kagome biasa menyebutnya dengan sebutan Sunbae Kim (Kakak Kim) .

Pada salah satu kegiatan kerohanian yang aktif diikuti Kagome, ia diperkenalkan Sunbae Kim dengan seorang anak cowok yang seangkatan dengan Kim, namun berbeda fakultas, yaitu Ryu Edogawa. Ryu kuliah di fakultas kedokteran Universitas Green Light Star. Sejak awal bertemu, Kagome sudah merasa nayaman bila berada di dekatnya. Kagome selalu merasa bahagia dan bersemangat jika bertemu ataupun melakukan kegiatan yang menyangkut dengann Ryu. Ia sangat antusias bila diminta untuk rapat, karena dapat bertemu Ryu Edogawa.

Ryu seorang yang sederhana, lembut, penuh perhatian, cerdas,dan bijaksana,bergaya cool,lucu, dan sangat menghormati orang yang lebih tua daripadanya, terutama orangtua. Semua yang ada pada dirinya benar-benar sempurna dan memenuhi kriteria lelaki idaman Kagome. Baru kali ini, ia merasakan hal seperti itu. Hatinya bagai di sambar petir bila bertemu Ryu Edogawa. Semakin lama, hubungan keduanya semakin akrab dan dekat. Ryu juga sering mengajak Kagome untuk pergi bersama, nonton, jalan-jalan, makan, dan menemani Kagome bila sedang merasa kesepian. Lagipula, mereka berdua dapat sering bertemu karena letak kampus psikologi dan kedokteran bersebelahan. Jadi, mereka berdua bisa makan bersama jika ada jam istirshat yang sama dan juga bisa online bersama di sekitar kampus. Keduanya memiliki kesukaan yang hampir sama, misalnya sama-sama menyukai games. Jadi, bila online,mereka selalu mendownload games sampai berjam-jam. Ryu sebagai mahasiswa kedokteran juga sangat memperhatikan pola makan dan kesehatan Kagome. Apalagi Kagome memang selalu menyepelekan masalah kesehatannya, jadi sangat tepat sekali bila Ryu selalu ada di sampingnya, disamping menjadi teman, Ryu juga menjadi sang dokter. Sejak bertemu Ryu, Kagome benar-benar memperhatikan pola makan dan kesehatannya.

Tidak terasa, hubungan keduanya semakin dekat dan hampir tak terpisahkan. Keduanya menjalani hari-hari bersama, melewati suka dan duka, dan saling berbagi dan membantu satu sama lain. Kagome dan Ryu pun resmi menjadi sepasang kekasih. Bila Kagome sedih, Ryu selalu menghiburnya dan sebaliknya. Pada ulangtahun Kagome yang ke-19, Ryu memberikan sebuah boneka beruang yang sangatbesar untuk Kagome. Boneka itu sebagai tanda yang mewakili diri Ryu, jika Ryu sedang tidak bersama Kagome ataupun jika suatu hari nanti Ryu tidak bisa berada di dekat Kagome lagi.
Ulangtahun kali itu, ulangtahun yang paling berkesan bagi Kagome meskipun itu merupakan ulangtahun pertama tanpa kehadiran orangtua dan saudara-saudaranya. Tetapi, karena bersama Ryu, Kagome merasa terhibur sekali dan tidak terlalu bersedih. Boneka pemberian Ryu itu diberi nama boneka Ryukaa, yang berasal dari kedua nama mereka.
Memang, perjalanan cinta keduanya tidak selalu mulus, terkadang diwarnai masalah kecil, namun keduanya dapat meyelesaikan dan melewati masalah-masalah itu dengan adanya rasa saling pengertian. Mereka tertawa, bercanda, bersenda gurau, dan melewati hari-hari bersama dengan penuh keceriaan. Hubungan keduanya tidak mempengaruhi kuliah mereka. Kuliah keduanya tetap berjalan lancar.

Ternyata hubungan inipun sudah berjalan hampir 3 tahun. Hubungan diantara keduanyapun tetap berjalan baik. Ryu telah mengenal orangtua Kagome dan sudah cukup akrab dengan orangtuanya. Namun, Kagome belum pernah bertemu dengan orangtua Ryu. Pernah sekali ketika ada acara di kampus fakultas kedokteran, Kagome hanya bisa melihat orangtua Ryu dari jauh. Mungkin, pikirnya itu belum saat yang tepat untuk mengenalkan dirinya.

Sebenarnya Kagome ingin sekali bertemu dan memperkenalkan dirinya kepada orangtua Ryu. Namun, entah kenapa jika membicarakan mengenai hal itu, Ryu sepertinya selalu menghindar dan melarikan pembicaraan. Hingga tibalah puncaknya Kagome merasa kecewa dan ragu apakah Ryu benar-benar serius menjalin hubungan dengannya, tetapi hingga saat itupun orangtua Ryu belum mengenal Kagome. Kagome merasa Ryu menyembunyikan sesuatu hal dari dirinya. Setelah didesak-desak Kagome dan tidak ingin melihat Kagome bersedih, Ryu menceritakan suatu rahasia yang dipendamnya selama ini. Sebenarnya, Ryu sangat ingin memperkenalkan Kagome kepada orangtuanya, namun Ryu yakin Kagome akan mendapat sambutan yang kurang baik dari orangtuanya. Orangtua Ryu sudah memiliki seorang gadis pilihan untuk Ryu, seorang gadis berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku SMA, anak dari sahabat baiknya Orangtua Ryu. Ryu telah dijodohkan dengan gadis yang bernama Sakura. Orangtua Ryu tidak bisa menolak perjodohan ini, karena begitu banyak jasa-jasa dan bantuan yang sangat besar bagi Keluarga Ryu. Waktu itu, di saat ekonomi keluarga Ryu sedang begitu lemah hingga untuk biaya masuk kuliah Ryupun, orangtuanya tidak tahu lagi harus mencari ke mana, biaya untuk makan sajapun begitu sulit karena saat itu Ayah Ryu memiliki masalah dalam pekerjaannya, sehingga sang ayah terpaksa dikeluarkan dari pekerjaannya. Ryu selalu melihat kedua orangtuanya menangis bersedih. Pada saat itulah, orangtua Sakura memberikan banyak sekali bantuan bagi keluarga Ryu, hingga akhirnya Ryupun dapat kuliah di fakultas kedokteran. Keluarga Ryu sungguh sangat berterimakasih dan berhutang banyak kepada keluarga Sakura, karena itu tidak mungkin Ryu juga menentang keinginan mengenai perjodohan itu. Apalagi, ia tidak mau menyakiti hati kedua orangtuanya. Ryu memang seorang yang selalu menuruti dan menghormati apapun yang dikatakan orangtuanya.

Karena masalah inilah, kira-kirra lima tahun yang lalu, mantan pacar Ryu, Chagyong memutuskan untuk meninggalkannya. Chagyong merasa tidak ada lagi jalan bagi hubungan keduanya. Padahal, Ryu sudah sanagt menyayangi Chagyong, namun ia juga tidak ingin Chagyong tersiksa dengan hubungan seperti itu. Begitu sulit selama beberapa tahun itu untuk melupakan Chagyong, hingga akhirnya dua tahun kemudian Ryu bertemu dengan Kagome.

Sebenarnya, satu-satunya jalan untuk masalah ini adalah Sakura. Seandainya saja Sakura menolak perjodohan ini, pasti semua masalah ini akan berakhir. Sayang sekali, ternyata Sakurapun sangat menyukai Ryu. Justru, ia selalu ingin bisa dekat dengan Ryu. Meskipun terkadang Ryu tidak mengiraukan Sakura saat bertemu, Sakura tetap gigih berusaha untuk merebut hati Ryu. Entah mengapa Sakura tidak menyukai orang lain saja.

Mendengar cerita Ryu, hati Kagome serasa teriris-iris. Ia hanya terpaku diam, bingung, sedih, kecewa, dan marah. Namun, ia tidak tahu harus menumpahkan semuanya itu kepada siapa. Baginya, itu semua bukanlah kesalahan Ryu. Air matapun mengalir membasahi pipinya. Keduanya tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi, Ryu sangat menyayangi Kagome, namun di sisi lain, ia tidak ingin mengecewakan orangtuanya yang bersusah payah untuknya.
Kagome dan Ryupun tetap menjalani hubungan seperti biasanya. Namun, lama kelamaan, Kagome merasa hubungan itu tidak bisa di lanjutkan lagi, karena justru akan membuat keduanya semakin tidak bisa terpisahkan. Kagome meminta Ryu untuk mengakhiri hubungan keduanya.

Ryu dengan sangat terpaksa menerima permintaan Kagome. Tetapi, ia mengatakan bahwa ia akan tetap mencintai Kagome selamanya meskipun nantinya ia harus menikah dengan Sakura. Ryu berjanji tidak akan pernah melupakan Kagome, sekalipun Kagome juga sudah menjadi milik oranglain dan akan tetap memanggilnya dengan panggilan sayang yang dibuat Ryu untuk Kagome selama ini, yaitu MyKaori. Dan jika nanti Ryu memiliki seorang anak perempuan, ia berjanji akan memberi nama anak itu dengan nama Kagome. Cinta Ryu selamanya akan tetap untuk Kagome.
Kagome merasa bahagia dan sangat sedih mendengar ucapan Ryu. Ia juga berjanji akan menjaga boneka Ryukaa selamanya dan akan memberi nama anak lelakinya kelak dengan nama Ryu. Boneka Ryukaa akan menjadi Ryu yang akan selalu menemani Kagome.
Akhirnya keduanya tidak menjadi sepasang kekasih lagi. Namun, tidak bisa dielakkan mereka tetap berhubungan baik. Ryu selalu menghubungi Kagome, dan menayakan kabar Kagome. Hubungan keduanya masih tetap seperti dahulu, hanya saat ini tidak berstatus sepasang kekasih. Entah kenapa, keduanya tidak bisa terpisahkan, bagaikan Romeo dan Juliet. Hingga akhirnya, hubungan keduanya diketahui oleh kakak dan ibu Ryu. Hubungan itupun sangat ditentang.

Suatu malam, Kagome mendapat pesan melalui via sms yang menjelek-jelekkan dan menghina-hina dirinya. Ia di tuduh sebagai gadis yang tidak benar, merebut pacar orang, membuat anak orang menjadi anak yang tidak penurut lagi, dsb. Hampir setiap malam Kagome mendapat pesan hinaan dan ancaman-ancaman. Ternyata pesan-pesan yang kata-katanya luar biasa menghina itu berasal dari Kakak Ryu.

Kagome tetap tabah dan tidak membalas kata-kata kasar sang Kakak dengan kata-kata kasar juga, ia justru membalasnya dengan jawaban-jawaban bijak dan sopan.
Hingga akhirnya, Kagome lulus dari psikologi dan harus pergi ke luar kota untuk bekerja. Kagome merasa, itu merupakan saat yang tepat untuk menjauh dari Ryu dan melupakan semua tentang Ryu. Namun, setiap pagi, sore, dan malam Ryu selalu menghubungi Kagome. Justru Kagome rasa rindu Kagome kepada Ryu semakin besar.

Akhirnya dengan sangat terpaksa Kagome meminta Ryu untuk tidak terlalu sering menghubunginya, dan mengatakan bahwa ia sedang dekat dengan Sunbae Kim, seniornya dahulu, yang memang ternyata selama ini diam-diam memendam perasaan padanya. Ryu menerima permintaan Kagome. Ia tidak ingin melihat Kagome terus tersiksa, terkekang dan bersedih. Tetapi, sama seperti dulu, Ryu tetap mengatakan bahwa cintanya pada Kagome tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Semua kenangan bersama Kagome tidak akan pernah dihapus dan dilupakannya.

Sampai beberapa tahun kemudianpun, keduanya tetap menjalin hubungan yang baik dengan status sebagai sahabat baik, tetapi dalam hati keduanya masih terpendam rasa cinta dan sayang yang tak mungkin bisa dihilangkan lagi. Itulah cinta bukan berarti harus saling memiliki, namun cinta itu harus selalu dijaga sampai akhir.

Begitulah kisah takdir cinta Kagome Maori dan Ryu Edogawa ...

39 komentar:

  1. Bagus ni cerpennya. Kok bs ya buat sepanjang ini ran? salut!!
    Setting nya di jepang ya ni? Soalnya nama2 tokohnya nama orang jepang, ya kan?

    Benar tu, cinta gak harus memiliki.

    BalasHapus
  2. begituLah, teman..
    cinta, deritanya tiada akhir..
    heheheh

    cerpen na bagus,
    inspirasi dari kampus kita dan anime jepang ya??
    :D

    BalasHapus
  3. keren deh...
    rani hobby nulis yah?

    i really enjoy it..
    :p

    BalasHapus
  4. terharu deh...kayak gini yang namanya cinta ga harus memiliki

    Bagus banget tulisannya..

    BalasHapus
  5. wah...wah...

    pengalaman pribadi iia ran...
    hahaha...

    bagus y cerpennya...

    kembangin a bakat a...
    wokeh....

    BalasHapus
  6. CINTA , CINTA , CINTA ,
    ga pernah abiis kalo di bahas .
    tapii hidup ga berwarna juga tanpa cinta .
    hihihihi ^^

    BalasHapus
  7. bagus yah cerpennya...
    sungguh katrin adalah penulis yang berbakaat...
    thx

    BalasHapus
  8. cintaaaaaaa......!!
    topik yang slalu hangat untuk d bhas...

    BalasHapus
  9. ran, misalnya ada cerpen baru lagi, jangan lupa beritahu ya, saya akan menunggu...
    hehehe

    BalasHapus
  10. bgus iah cerpen na,
    ad bakat nh...
    lanjutkan!!
    hHee

    BalasHapus
  11. hahah...!!!

    klo mslh cinta, memang rumit..

    tp cinta adlh keindhn yg memang luar biasa...!!

    smoga kw menemukan cnta mu ya penggg...!!

    BalasHapus
  12. cinta memang ajaib freind...

    by:vinayuliana

    BalasHapus
  13. takdir cintaku adalah bertemu pangeran berkuda putih.......

    ;P

    BalasHapus
  14. mungkin aq juga gihu kali yaaa
    kayak si cowok
    susah ngelupain seseorang

    hahahha
    jadi curhat

    bgus kok ran.

    BalasHapus
  15. hahag_
    pnya bkat jgaa drimoe..

    lanjutkan..

    BalasHapus
  16. si rani punya bakat nulis juga nih..
    wah...wah..
    panjang bgt ceritanya ran...
    heheheh..
    tp keren koq..
    gali terus bakat mu ran...

    BalasHapus
  17. cerpennya bagus ran. kalau dikembangin bisa jadi novel nie.

    BalasHapus
  18. kereeeeeen,,,,,

    t.o.p laah buat Rani dan cerpennya...

    BalasHapus
  19. cinta oh.....cinta,memang tiada akhirnya.

    like this!!!!!!

    BalasHapus
  20. CERPENnya bagus!!!!

    terbitin ke majalah aja...
    biar di baca banyak orang!!!
    hehehe...

    BalasHapus
  21. bagus ceritanya. kpn2 klo bikin cerpen lg ak jd pemeran utamanya yaa. haha

    BalasHapus
  22. cinta.. oh cinta ,,, hahha
    tp bgs kok crta nya rani

    BalasHapus
  23. critana brdsrkn pglmn pribd ne?
    haha..
    bgs"...
    Ak sk nm tokohna.. :p

    BalasHapus
  24. hiihi..
    dalem .
    cinta tak harus memiliki, susah bgt prakteknya :)

    BalasHapus
  25. Takdir cinta???
    cinta tuh bukan sebuah takdir,,tapi sesuatu yang harus diperjuangkan,,,setuju gk woiii,,,heheh
    GB

    BalasHapus
  26. wah,
    pilihan kedua dulu sastra ya ran?
    hahahaha.
    maantap!
    kembangkan terus.
    :)

    BalasHapus
  27. dek, kayaknya untuk sebuah blog ini terkesan "kepanjangan", karena kalo internet kan pada umumnya orang akan milih yang cepat..mungkin bisa dipersingkat..tp cukup bagus ceritanya



    btw ada yang mau kk tanya..apakah ini cerita ttg sesorang yang kk kenal dekku?

    garis besar ceritanya, apakah tentang sso...

    jelasinnya pas qt ketemu aja ya..

    BalasHapus
  28. maaf y raniii...
    aku suka ceritanya...
    teruskan kreasimu ya...

    BalasHapus
  29. ada bakat yg tersimpan neh kekna..
    haha
    Good de buat u!!
    hahaha

    BalasHapus
  30. wau...mantap ni...
    cinta tak selamanya harus memiliki,...
    walau terasa sakit buat kita,asalkan dy bahagia,mengapa tidak??
    haha

    BalasHapus
  31. waaahh... punya bakat nulis cerpen ni... ntar ditingkatkan sekalian jadi penulis novel profesional yaaa =P

    BalasHapus
  32. mantap neh
    srg2 nulis dong
    skalian kirimin juga karyanya ke media massa
    mn tau dimuat khan
    :)

    BalasHapus
  33. hmmm... bagus nih cerita..
    terinspirasi dr drama asia ya??
    tp bagus kok,, cocok nih kalo diangkat jd drama seri...
    hehe...

    lanjutin dah hobi nulisnya, moga sukses.. :)

    BalasHapus
  34. critany bagus.......
    Terinsprirasi drmn dek????/

    Tp kasian jg Sunbae Kim tu y.........

    BalasHapus
  35. wadochhh
    teruskan y ceritanya
    baguzzzz

    BalasHapus
  36. Mantap cerpennya....
    lanjutkan......!!

    BalasHapus